Gambaran Besar Penerjemahan Bahasa

Gambaran Besar Penerjemahan Bahasa

penerjemahanDi lingkungan kerja yang menawarkan beragam profesi pada saat ini, penerjemah hanya dipandang sebagai bagian kecil dari jumlah keseluruhan tenaga kerja. Ketika anda bertanya kepada murid-murid Sekolah Dasar tentang cita-cita mereka, penerjemah mungkin bukanlah hal yang paling banyak disebutkan. Bahkan, profesi ini tidak cukup populer baik dikalangan murid-murid maupun orang-orang disekitar anda.

 

Lalu apakah yang membuat profesi ini tidak populer? Apakah yang sebenarnya dilakukan oleh seorang penerjemah? Seperti nama dari profesi ini, mereka menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Sebagian besar orang menilai pekerjaan ini sebagai hal yang mudah, karena anda dapat melakukannya selama anda menguasai dua bahasa berbeda. Namun, ketika anda memperhatikan gambaran besarnya melalui keahlian yang dibutuhkan dan dampak dari pekerjaan ini, anda akan takjub.

Salah satu keahlian terbaik yang dimiliki oleh seorang penerjemah adalah mereka tidak hanya memastikan isi pesan dapat disampaikan dengan baik, namun pada saat yang sama juga menjadi seorang ahli dari subjek yang sedang dibahas. Jika anda berpikir bahwa menerjemahkan akan semudah anda menggunakan google translate, anda telah salah besar. Dibutuhkan keahlian untuk mengerti maksud dari kata, kalimat dan subjek yang sedang dibahas. Karena menjadi seorang penerjemah berarti menjadi ahli bermacam-macam subjek. Jika subjek yang dibahas mengenai ilmu pengetahuan, maka penerjemah perlu mempelajari ilmu pengetahuan. Jika subjek yang dibahas mengenai hukum konstitusi, maka penerjemah perlu mempelajari hukum konstitusi. Hal ini juga merupakan salah satu keuntungan dari profesi penerjemah. Anda bekerja dan belajar tentang berbagai hal pada waktu yang sama.

Gambaran besar dari menerjemahkan juga dapat dilihat melalui implikasi lebih lanjut yang dihasilkan. Hal ini berarti hal-hal yang terjadi setelah sang penerjemah menyelesaikan pekerjaan mereka. Implikasi yang dihasilkan beragam, namun salah satu implikasi terbaiknya adalah membantu terciptanya lingkungan global. Hasil terjemahan dapat berupa apapun. Dapat berupa buku, jurnal, terjemahan film, atau bahkan isi dari sebuah website. Material – material ini diterjemahkan, kemudian membantu penyebaran informasi di berbagai belahan dunia. Sehingga menciptakan lingkungan yang global, dimana setiap orang di dunia memiliki akses yang sama terhadap hasil terjemahan tersebut. Terjemahan membuat orag-orang dari negara-negara yang berbeda dapat menonton film yang sama, dapat membaca buku yang sama, dan dapat mengakses halaman web yang sama.

Walaupun profesi penerjemah mungkin terlihat mudah dan tidak popular, terdapat beberapa keahlian yang dibutuhkan untuk profesi ini, yang tidak dimiliki oleh semua orang. Profesi ini juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan global dan penyebaran pengetahuan di berbagai belahan dunia. Jika anda melihat gambaran besar dari profesi penerjemah, anda akan menyadari betapa pentingnya profesi ini.

Pengalaman 'Bule' Jadi Guru Bahasa Indonesia di Australia

Selama di Qantas saya mengajar dua kursus Bahasa Indonesia dan tiga kali berkaitan dengan penerjemahan pengumuman (dari bahasa Inggeris ke dalam bahasa Indonesia) untuk awak kabin untuk sektor Sydney - Jakarta - Sydney," kata Elvy.
Lika Liku Menjadi Penerjemah Yang Baik

Lika Liku Menjadi Penerjemah Yang Baik

Selain menjadi anggota negara kita sendiri, kita adalah anggota dari masyarakat dunia, dan hal ini memberikan kita identitas global. Oleh karena itu, sangatlah alami bagi kita untuk memikirkan urusan dunia dan bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan dunia. Untuk melakukannya, alat pertama dan terpenting adalah "bahasa", yang ditentukan secara sosial. Keyakinan dan ideologi kita selalu tercermin dalam cara kita berbicara, meskipun hubungannya tersembunyi dan hanya "kajian bahasa kritis" yang mengungkapkan hubungan tersembunyi ini dalam wacana.

Selanjutnya, kita tahu bahwa budaya suatu bangsa berkembang dengan berinteraksi dengan budaya lain. Keanekaragaman budaya membuka mata kita terhadap hak-hak asasi manusia, namun keanekaragaman budaya hanya dapat dikenali melalui pembahasan, yang mengarahkan kita kembali ke alat utama untuk dibahas: "bahasa".

Peran bahasa di dunia yang berkembang terwujud melalui "penerjemahan", dan karena kajian bahasa kritis berkaitan dengan proses menghasilkan dan menafsirkan teks dan dengan cara proses kognitif tersebut terbentuk secara sosial, kajian bahasa kritis tersebut dapat dianggap sebagai pendekatan alternatif terhadap kajian penerjemahan.

Dunia menjadi semakin bertambah kecil seiring dengan berkembang dan semakin canggihnya sistem komunikasi dan informasi. Dalam proses pertukaran informasi yang cepat tersebut dan untuk tujuan meningkatkan kontak budaya, satu hal yang tidak terelakkan adalah "penerjemahan". Inilah sebabnya mengapa ada kebutuhan akan penerjemah dan juru bahasa yang cakap.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, seluruh dunia sedang mengalami perubahan kompleks dalam berbagai bidang seperti teknologi dan pendidikan. Semua perubahan ini selalu memiliki keterkaitan penting dengan sistem pendidikan tinggi, termasuk program pelatihan penerjemah.

Pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis saja tidak cukup untuk mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi perkembangan di bidang tersebut. Terdapat kebutuhan akan kemampuan beradaptasi; oleh karenanya, sangatlah penting untuk berfokus pada pembaharuan diri mahasiswa dan untuk mengembangkan keterampilan mental, komunikasi dan perencanaan terkait mereka.

Pelatihan penerjemah merupakan tugas penting yang harus diutamakan. Layanan yang diberikan penerjemah untuk meningkatkan budaya dan membina bahasa telah menjadi sangat penting sepanjang sejarah. Penerjemah merupakan penyampai pesan dari satu bahasa ke bahasa lain, sembari melestarikan gagasan dan nilai budaya dan wacana yang mendasarinya.

Tugas penerjemah adalah menciptakan kondisi dimana penulis bahasa sumber dan pembaca bahasa sasaran dapat berinteraksi satu sama lain. Penerjemah menggunakan makna inti yang ada dalam teks sumber untuk menciptakan teks sasaran baru seluruhnya.

Mengingat fakta ini, pertanyaannya adalah: Keterampilan apa yang diperlukan untuk menaikkan kemampuan menerjemahkan? Dan bagaimana caranya seseorang dapat menjadi penerjemah yang baik?

Langkah pertama adalah membaca secara ekstensif berbagai terjemahan teks yang berbeda-beda, karena penerjemahan memerlukan pengetahuan aktif, sementara menganalisa dan mengevaluasi terjemahan yang berbeda-beda memerlukan pengetahuan pasif. Oleh karenanya, keterampilan reseptif harus dikembangkan sebelum keterampilan produktif; yaitu dengan memperkuat pengetahuan pasifnya, pada akhirnya mahasiswa akan meningkatkan pengetahuan aktifnya. Keterampilan reseptif meningkatkan intuisi bahasa mahasiswa dan menjadikan dirinya siap untuk penerjemahan sesungguhnya.

Penerjemah yang baik adalah seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang bahasa sumber dan bahasa sasaran. Mahasiswa harus membaca berbagai genre dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran termasuk sasta modern, prosa kontemporer, surat kabar, majalah, iklan, pengumuman, instruksi, dll. Mengenal dengan baik semua genre ini sangatlah penting karena mereka secara tersirat menyampaikan aspek spesifik budaya suatu bahasa. Pembacaan khusus juga dianjurkan: membaca artikel dan jurnal yang baru saja diterbitkan tentang aspek teoritis dan praktis penerjemahan. Artikel tersebut tidak hanya akan meningkatkan keterampilan membaca mahasiswa namun juga memberikan mereka wawasan yang akan secara tidak sadar diterapkan ketika benar-benar menerjemahkan.

Keterampilan "menulis", yaitu kemampuan untuk menulis dengan lancar dan benar dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran, juga sangat penting. Menulia sebenarnya merupakan tugas utama seorang penerjemah. Mahasiswa harus mengenal dengan baik berbagai gaya menulis dan teknik serta kaidah penyuntingan dan pemberian tanda baca dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran. Penyuntingan dan pemberian tanda baca meningkatkan kualitas dan keterbacaan terjemahan.

Selain itu, siswa latih penerjemahan harus memiliki kemampuan belajar bahasa sumber dan bahasa sasaran yang baik; yaitu mereka harus mampu menangkap berbagai ungkapan, idiom dan kosa kata khusus dan penggunaannya, dan mengingatnya untuk digunakan nanti. Hal ini sebenarnya apa yang kita sebut dengan meningkatkan "intuisi" seseorang. Intuisi bukanlah sesuatu yang dikembangkan dalam kehampaan; malahan intuisi memerlukan praktek dan latar belakang yang solid. Intuisi memerlukan dukungan teori dan pengalaman praktis. Intuisi bahasa adalah suatu keharusan bagi penerjemah yang kompeten.

Salah satu poin terpenting yang harus dipertimbangkan dalam tindakan menerjemahkan adalah memahami nilai teks sumber dalam kerangka wacana bahasa sumber. Untuk mengembangkan pemahaman ini, penerjemah harus menyadari perbedaan budaya dan berbagai strategi wacana dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran. Oleh karenanya, struktur tersembunyi teks sumber harus ditemukan melalui penggunaan berbagai strategi wacana oleh penerjemah.

Penerjemah yang baik harus mengenal dengan baik budaya, kebiasaan dan tatanan sosial penutur bahasa sumber dan bahasa sasaran. Ia juga harus mengenal dengan baik berbagai laras bahasa, gaya berbicara, dan stratifikasi sosial kedua bahasa. Kesadaran sosial budaya ini dapat sangat meningkatkan kualitas terjemahan mahasiswa. Konteks sosial dalam menerjemahkan suatu teks kemungkinan merupakan variabel yang lebih penting daripada genre. Tindakan menerjemahkan berlangsung dalam konteks sosial budaya. Akibatnya, sangatlah penting untuk menilai kegiatan menerjemahkan hanya dalam konteks sosial.

Setelah mengembangkan kompetensi yang baik dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran, penerjemahan sesungguhnya dapat dimulai. Namun terdapat tahap menengah diantara tahap pengembangan kompetensi dan penerjemahan sesungguhnya: menyadari berbagai sumber penyedia informasi dan mempelajari bagaimana menggunakannya. Sumber-sumber tersebut meliputi kamus, ensiklopedia monolingual dan bilingual, dan Internet.

Menggunakan kamus dengan sendirinya merupakan keterampilan teknis. Tidak semua mahasiswa tahu caranya menggunakan kamus dengan benar. Kata-kata memiliki makna berbeda dalam konteks berbeda, dan biasanya kamus monolingual sangat bernilai dalam hal ini. Mahasiswa memerlukan banyak praktek untuk menemukan makna yang dimaksud dari kata-kata dalam konteks tertentu, dengan menggunakan kamus monolingual.

Siswa latih penerjemahan juga perlu mengenal dengan baik sintaks ujaran tidak langsung dan berbagai kiasan dalam bahasa sumber, seperti hiperbola, ironi, meisosi, dan implikatur. Kesadaran akan kiasan tersebut akan memperkuat kreativitas mahasiswa dan mengubah pengetahuan pasif mereka menjadi keterampilan aktif.

Sementara terdapat penekanan kuatas pada pengembangan kompetensi bahasa sumber dan bahasa sasaran, cara dimana mahasiswa dapat mengembangkannya seharusnya tidak boleh diabaikan. Kerja kelompok dan kerjasama dengan rekan sebaya dapat selalu mengarahkan proses penerjemahan ke hasil yang lebih baik. Mahasiswa yang mempraktekkan penerjemahan bersama dengan rekan sebayanya akan mampu memecahkan masalah dengan lebih mudah dan juga akan lebih cepat mengembangkan teknik kepercayaan diri dan pengambilan keputusan. Meskipun ada kemungkinan membuat kesalahan selama kerja kelompok, pengalaman membuat, mendeteksi dan memperbaiki kesalahan akan menjadikan pikiran mahasiswa terbuka dan waspada.

Poin penting lainnya adalah bahwa penerjemah yang sukses biasanya memilih satu jenis khusus teks untuk diterjemahkan dan terus bekerja hanya di bidang tersebut; misalnya seorang penerjemah barangkali menerjemahkan hanya karya kesusasteraan, buku ilmiah atau teks jurnalistik. Bahkan ketika menerjemahkan karya kesusasteraan, sebagian penerjemah barangkali memilih hanya untuk menerjemahkan puisi, cerita pendek, atau novel. Bahkan lebih khusus lagi, sebagian penerjemah memilih pengarang tertentu dan menerjemahkan hanya karyanya. Alasannya adalah bahwa semakin banyak mereka menerjemahkan karya pengarang tertentu, semakin mereka mengenal dengan baik pemikiran, cara berpikirnya, dan gaya menulisnya. Dan semakin penerjemah tersebut mengenal dengan baik gaya seorang penulis, hasil terjemahannya akan semakin baik.

Penerjemahan perlu dipraktekkan dalam lingkungan akademik dimana siswa latih mengerjakan tugas-tugas praktek dibawah pengawasan gurunya dan aspek teoritis untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Dalam lingkungan akademik, artikel, jurnal dan buku yang baru saja diterbitkan tentang penerjemahan tersedia bagi siswa latih tersebut, yang karenanya mengenal dengan baik penerjemah yang baik dan karyanya dengan membacanya dan -kemudian membandingkannya dengan teks aslinya. Dengan cara ini, siswa latih akan mengembangkan daya observasi, wawasan dan pengambilan keputusannya, yang pada gilirannya akan mengarahkan mereka untuk meningkatkan motivasi dan mengembangkan keterampilan menerjemahkan mereka.

Oleh karenanya, kajian penerjemahan sekarang diakui sebagai disiplin penting dan menjadi jurusan mandiri, terpisah dari kajian bahasa asing, di universitas. Hal ini mencerminkan pengakuan fakta bahwa tidak setiap orang yang mengetahui bahasa asing dapat menjadi penerjemah, sebagaimana diyakini secara umum dan keliru. Penerjemahan merupakan kunci pemahaman internasional. Sehingga di dunia keberlebihan komunikasi dan informasi yang luas ini, kita memerlukan penerjemah kompeten yang memiliki pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Pentingnya pengetahuan teoritis terletak pada fakta bahwa hal tersebut membantu penerjemah memperoleh pemahaman tentang bagaimana pilihan kebahasaan dalam teks mencerminkan hubungan lain antara pengirim dan penerima, seperti hubungan kekuasaan, dan bagaimana teks kadang-kadang digunakan untuk mempertahankan atau menciptakan kesenjangan sosial.

Akhir kata, penting untuk diketahui bahwa dibutuhkan lebih dari sekedar kamus untuk menjadi penerjemah yang baik, dan penerjemah tidak jadi dalam semalam. Menjadi penerjemah yang baik memerlukan investasi yang cukup besar dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran. Merupakan salah satu tugas paling menantang untuk beralih dengan aman dan seksama diantara dua semesta wacana. Hanya perlakuan canggih dan sistematis atas pendidikan penerjemahan yang dapat mengarah ke pengembangan penerjemah yang sukses. Dan bagian tersulit dari perjalanan tersebut dimulai ketika siswa latih penerjemahan meninggalkan bangku kuliahnya.

Jalan 'Berliku' Jadi Penerjemah Presiden RI

Liputan6.com, Jakarta Peran seorang penerjemah dalam setiap kunjungan kehormatan kepala negara sahabat ke Istana Kepresidenan RI atau perjalanan dinas orang nomor satu itu tidak bisa dianggap remeh. Kesalahan tafsir sedikit saja, bisa berakibat ...
Hubungi Kami
Arah Jalan